28 April 2011

Demokrasi Memuakkan !

Akhir-akhir ini ada beberapa peristiwa yang membuat kita semakin muak terhadap demokrasi. Pertama, arogansi wakil rakyat. Meskipun telah diprotes oleh banyak pihak pembangun gedung DPR senilai lebih dari 1 trilyun dengan gigih dipertahankan oleh sebagian wakil rakyat. Berdasarkan jejak pendapat Kompas 82,2 persen responden tidak setuju dengan rencana pembangunan gedung baru, 75,2 persen juga menilai pembangunan gedung baru DPR bukan kebutuhan yang mendesak atau prioritas utama. Tidak hanya itu DPR RI Juga mengusulkan kenaikan anggaran dari 3,025 trilyun menjadi 3,5 trilyun untuk tahun anggaran 2012, naik 16 % (480 milyar) .

Belajar dari pengalaman sebelumnya kenaikan anggaran untuk fasilitas wakil rakyatnya ini tidak ada relevansinya dengan kepentingan rakyat. Buktinya , DPR justru banyak mensahkan kebijakan yang menambah derita rakyat. Disisi lain, tidak peduli dengan persoalan nyata rakyat seperti kemiskinan, penggangguran, kebobrokan pelayanan transportasi, kesehatan dan pendidikan.

Kedua, bobroknya prilaku wakil rakyat. Kita dikagetkan ulah wakil rakyat , yang melihat hal yang tidak senonoh saat rapat penting. Hal ini melengkapi kadar bobrok wakil rakyat sebelumnya yang terlibat korupsi hingga perzinaan. Kita tidak perlu menyebutkan partai apa karena hampir semau partai melakukan hal itu. Sama tidak perlunya kita menyebutkan partai yang berideologi apa , karena semua partai sesungguhnya adalah partai sekuler yang pragmatis !

Semua ini semakin menunjukkan kepada kita fakta yang nyata bahwa demokrasi yang mengklaim wakil rakyat, berkerja untuk kepentingan rakyat hanyalah dusta belaka. Bahaya jebakan demokrasi yang sering kita ingatkan juga terbukti. Demokrasi telah menggerus idealisme seorang muslim. Sidang wakil rakhyat dimana seharusnya mereka bicara tegas berdasarkan syariah Islam , justru digunakan untuk prilaku yang melanggar syariah Islam.

Pada level internasional, kebobrokan demokrasi tidak kalah memuakkannya. Sikap hipokrit negara-negara yang mengklaim kampiun demokrasi sudah demikian menjijikkan. Di Prancis, mulai senin (11/04) larangan pemakaian niqab (cadar ) mulai berlaku. Perempuan yang tidak mengindahkan larangan ini akan dikenakan denda.

Pelanggar aturan ini kena denda sebesar 150 euro (215 dolar AS) atau kerja sosial. Sementara bagi seseorang yang memaksa perempuan mengenakan burqa akan didenda 30 ribu euro (43 ribu dolar AS). Di satu sisi mereka mengagung-agungkan kebebasan beragama, di sisi lain mereka justru melarang muslimah untuk menjalankan keyakinan agamanya untuk menggunakan burqa.

Atas nama kebebasan mengungkapkan pendapat dan kebebasan berekspresi, pengikut pengikut Terry Jones dilegalkan membakar al Qur’an. Sikap anti Islam Terry Jones dilindungi demokrasi, dengan percaya diri dia mengatakan : “Aku lebih suka mati daripada berhenti berkhutbah tentang Islam,” .

Hal ini melengkapi penghinaan Islam yang juga dilakukan Geert Wilders di Belanda, atau penerbitan kartun nabi yang melecehkan, semuanya atas nama demokrasi. Sebaliknya mereka mengkriminalkan siapapun yang mempersoalkan dan mengkritisi hollocoust dengan tuduhan anti semit.

Sama hipokritnya ketika negara-negara poros imperilis membombardir Libya dengan alasan melindungi rakyat Libya dari diktator Qodzafi. Padahal selama puluhan tahun Barat diam dengan kebengisan Qadzafi, berhubungan baik dengan Qodzafi, menjual senjata kepada rezim bengis ini. Kenapa pula mereka tidak membombardir negara Zionis Israel yang telah membunuh umat Islam di Palestina secara sistematis hingga kini.

Demokrasi memang menjijikkan, karena itu sungguh aneh kalau masih ada umat Islam yang mengagung-agungkan sistem ini. Apalagi sistem ini jelas merupakan sistem kufur, karena telah menyerahkan hak membuat hukum kepada manusia atas nama rakyat. Sementara dalam Islam hak membuat hukum adalah milik Allah SWT semata.

Karena itu, umat Islam wajib mencampakkan sistem demokrasi kufur ini ke tong sampah peradaban. Demokrasi telah menjadi jalan yang menggelincirkan umat Islam pada kekufuran. Sistem ini juga telah menjadi alat penjajahan Barat untuk menghalangi tegaknya syariah Islam dengan alasan kedaulatan di tangan rakyat bukan pada hukum syara’.

Demokrasi juga secara efektif menumbuh suburkan kekufuran dengan alasan kebebasan beragama, melegitimasi kemaksiatan dengan dalih kebebasan bertingkah laku. Memecah belah negeri Islam (disintegrasi)dengan alasan hak menentukan nasib sendiri. Dan memberikan jalan penjajahan ekonomi dengan dasar kebebasan pemilikan yang menjadi pilar ekonomi liberal.

Akankah umat Islam terperosok pada lubang yang sama berulang-ulang ? Lubang yang membahayakan aqidah umat Islam, membahayakan secara politik maupun ekonomi ? Bukankah Rosulullah saw bersabda : ” Seorang mukmin tidak akan terperosok di dalam lubang yang sama dua kali” (HR Bukhari). Campakkan demokrasi sekarang, bukan nanti !

22 April 2011

The Little Story of Pengawas UN 2011

Pagi ini seperti biasanya saya bersama anak saya yang pertama berangkat bersama-sama ke sekolah, maklum jalan yang kami lalui untuk sampai ke sekolah searah. Akan tetapi untuk saat ini ada hal yang berbeda bahkan menurut saya sangat luar biasa karena mulai pagi hari ini sampai empat hari kedepan saya dan beberapa orang rekan guru di sekolah saya diberikan amanah untuk menjalankan tugas negara yaitu menjadi pengawas Ujian Nasional ya...walaupun hanya sebagai seorang pengawas ujian akan tetapi saya melihatnya ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan serius dan tidak main-main.

Keramahan yang luar biasa yang saya rasakan ketika saya datang di sekolah tempat saya bertugas mulai dari Kepala Sekolah, guru serta siswa yang ada semuanya ramah-ramah, bahkan yang membuat saya kagum adalah ketika siswa akan masuk ke dalam kelas mereka secara bergantian bersalaman dengan pengawas ruang yang ada meskipun itu bukanlah guru mereka sendiri.

Hari Pertama

Pada acara pengarahan untuk pengawas ujian nasional beberapa hari sebelumnya, kepada semua pengawas ujian nasional diharapkan untuk datang lebih awal yaitu sekitar jam 07.00 WIB agar semuanya bisa disiapkan dengan maksimal. Sayapun untuk hari pertama ini datang lebih awal, ya...maklum jarak antara rumah dan lokasi saya bertugas tidak jauh, mungkin hanya sekitar 10 menit bila ditempuh dengan naik motor. Seperti di sekolah-sekolah yang lain, dihari pertama ini saya dengan beberapa pengawas lainnya mendapatkan pengarahan dari Kepala Sekolah.

Setelah selesai medapatkan pengarahan kita menunggu beberapa saat sampai tanda bel masuk berbunyi dan kamipun menuju ruang yang sudah ditentukan. Pada hari pertama semuanya terlihat tegang karena selain ini hari pertama, pelaksaan ujian nasional untuk tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena paket soal yang diberikan ke peserta ujian nasional berjumlah 5 paket dan itu baru pertama ini diberikan.

Sebenarnya dari pihak sekolah dimana saya bertugas sudah diberikan kemudahan dengan memberikan warna yang berbeda pada alas nomor peserta supaya kita mudah untuk membagikan 5 paket osal yang ada akan tetapi itu semua dikembalikan ke pengawas mau mengikuti pola itu silakan tidak juga silakan.

Untuk hari pertama semuanya berjalan dengan baik dan lancar meskipun ada beberapa siswa yang tidak selesai dalam mengerjakan soal yang ada bahkan ada siswa yang gemetar ketika mengaksir lembar jawaban karena waktunya sudah habis.

Hari Kedua

Pada hari kedua kepercayaan diri kami dan siswa naik karena tidak usah takut lagi selain itu untuk hari kedua ini yang diujikan hanya satu bidang studi jadi sedikit menguras tenaga.

Seperti hari sebelumnya kita ada sedikit evaluasi dan pengarahan dari Kepala Sekolah sebelum kita melaksanakan tugas mengawasi hari ini. Mungkin benar kata orang kalau Matematika itu pelajaran yang sulit, ini terbukti ketika pelaksanaan ujian nasional hari kedua sampai 1,5 jam dari waktu 2 jam yang diberikan mereka rata-rata baru bisa mengerjakan 15 soal dari 40 soal yang ada itupun jawaban belum semuanya diaksir karena mereka masih ragu.

Hari Ketiga

Pada hari ketiga kepercayaan diri kita dari siswa terlihat lebih bagus karena selain kita sudah dua hari melaksanakan ujian nasional para siswa juga diberikan motivasi oleh beberapa guru dan Kepala Sekolah yang ada bahkan diantara mereka ada yang berkonsultasi dan curhat segala.

Hari Keempat

Pada hari terakhir ini kita mendapatkan pengarahan kembali dari Kepala Sekolah serta ucapan terima kasih dari beliau atas kerjasama kita selama ini. Selain itu kita juga diminta untuk memberikan masukan bagi sekolah penyelenggara agar pelaksanaan ujian nasional tahun depan bisa berjalan lebih baik. Dan yang tidak kalah menyenangkan adalah tugas kami sudah selesai tanpa adanya halangan yang berarti.

Catatan Kecil

Dari pelaksanaan Ujian Nasional yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 18 – 21 April 2011 kami mencatat ada beberapa hal, diantaranya :

  • Perlu adanya koordinasi yang lebih baik dalam masalah distribusi soal maupun kelengkapan lainnya ada ketika pelaksanaan tidak ada masalah dalam hal jumlah paket soal, cetakan soal yang tidak bagus atau lainnya.
  • Perlu adanya ketegasan aturan tentang pelaksanaan ujian nasional yang terkait dengan pengawas ruang atau peserta ujian, jangan sampai yang ditekankan hanya pada peserta saja atau sebaliknya pada pengawas saja.
  • Untuk tahun depan perlu dipikirkan untuk membuat radom soal yang lebih banyak, karena dengan model 5 paket seperti yang sekarang ini siswa masih dimungkinkan untuk bertanya atau menyontek jawaban temannya karena untuk paket yang sama soalnya sama persis yang membedakan hanya paketnya saja sedangkan di paket yang lain ada beberapa soal yang sama dengan paket yang lain, akan berbeda apabila soal yang ada benar-benar di acak. Saya tertarik dengan apa yang ditulis oleh Pak Iqbal tentang ujian nasional online, yang kalau itu “dilaksanakan” maka kita akan bisa menghemat biaya yang sangat besar karena tidak akan ada lagi banyak kertas, banyak pengawas, pengamanan dan lain sebagainya serta yang terpenting siswa akan sulit untuk mencontek.

12 April 2011

Pengguna opera mini capai 66,5 juta

Pengguna ponsel yang mengakses internet telah bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini diungkapkan pengembang perangkat lunak untuk web mobile Opera. Menurut perusahaan tersebut, jumlah tampilan halaman dalam mengakses internet dengan menggunakan Opera naik14 persen dari Juli hingga Agustus, sedangkan transfer data melalui ponsel tumbuh 10 persen.
Opera Mini merupakanbrowser ponsel paling populer dan mengesankan di pasar dunia, karena mencapai 66,5 juta pengguna. Perhitungan tersebut naik empat juta pada bulan Agustus bila dibandingkan dengan Juli. Kenaikan ini sebesar 6,8 persen dari satu bulan yang lain. Semua pengguna browser melihat lebih dari 33,9 miliar halaman selama bulan Agustus 2010, naik 14,3 persen bila dibandingkan dengan jumlah tampilan halaman pada bulan Juli. Secara tahunan, peningkatan adalah dari 143,2 persen.
“Pertumbuhan ponsel dipercepat web mobule untuk seluruh dunia secara dramatis pada bulan Agustus,” kata Jon von Tetzchner, Co-founder Opera Software pada softpedia.com. Dirinya juga menambahkan bahwa angka-angkatersebut tidak terbatas pada smartphone saja. Hal ini ini akan mencapai web mobile yang tak tertandingi dan akan membawa perubahan sosial dan ekonomi yang luar biasa kepada orang-orang di banyak negara.
(jimmyfernanda/BeritaNet.com)